Kota-kota di dunia saat ini berkomitmen mengimplementasi program yang dikenal dengan Zero-Waste City atau Kota Bebas Sampah. Program ini menitikberatkan pada model pengelolaan sampah berwawasan lingkungan, prinsip berkelanjutan dan berkeadilan bagi masyarakat. Sebuah kota nantinya tidak lagi memproduksi sampah ke tempat pemrosesan akhir di dalam sistem pengelolaannya; sampah mampu tertangani secara 100% sehingga tidak lagi dibakar maupun ditimbun seperti yang lazim dilakukan saat ini.

Berlokasi dipantai Sembalun Kota Mataram, Sabtu, 19 Oktober 2019, para dosen dan mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM)beserta Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Politeknik Medica Farma Husada Mataram mengadakan Program Pengabdian Masyarakat yang bertajuk “Beach Clean-up for Zero Waste” dan mengambil peran aktif untuk senantiasa menyebarkan kesadaran akan pentingnya mengadopsi pola pikir yang lebih bijaksana dalam pengelolaan sampah dengan mengimplementasikan 5R (Refuse, Reduce, Reuse, Recycle, and Rot) melalui pemberian kiat-kiat gaya hidup nol sampah yang bermanfaat serta informasi seputar isu penanganan limbah dan keterkaitannya dengan keberlangsungan lingkungan hidup, serta bekerja sama dengan dengan berbagai instansi dan komunitas terkait dalam menyelenggarakan berbagai aktivitas demi melestarikan bumi tercinta Indonesia.Program Bebas Sampah yang sejalan dengan rencana Pemerintah Provinsi NTB ini telah berjalan dari awal desember 2018 lalu, maka dengan adanya Program Zero Waste yang dilakukan oleh Civitas Politeknik Medica Farma Husada Mataram diharapkan dapat membantu melancarkan rencana Pemprov dalam hal kebersihan khususnya kota mataram yang menjadi Ikon Pulau Lombok.

Dalam kegiatannya pagi itu, seluruh peserta memungut sampah yang berserakan dibibir pantai Sembalun Kota Mataram, dari batas Pantai sebelah selatan hingga ujung batas sebelah utara yang berjarak kurang lebih 500 Meter.

Sampah yang dikumpulkan lalu dibawa menuju TPS yang berada ditengah Kota Mataram guna mengurangi pembakaran sampah di wilayah Pantai Sembalun itu sendiri yang dapat mengakibatkan polusi udara.