Direktur Politeknik MFH Mataram (Jas Coklat), bersama seluruh mahasiswa semester akhir di Lombok International Airport

Setelah menempuh perkuliahan selama 5 semester kini Politeknik MFH memberangkatkan semua mahasiswa ke beberapa Instansi Kesehatan di Surabaya seperti, Rumah Sakit Haji Surabaya, Rumah Sakit Islam Jemursari, Lab. Klinik Pramita Surabaya, Rumah Sakit PHC Surabaya untuk melakukan Praktik Kerja Lapangan (PKL), sebagai bentuk implementasi secara sistematis dan sinkron antara program pendidikan di bangku kuliah dengan program penguasaan keahlian di lapangan yang diperoleh melalui kegiatan kerja secara langsung didunia kerja untuk mencapai tingkat keahlian tertentu.

PKL Dapat memberikan keuntungan pada mahasiswa dan Perguruan Tinggi sendiri , karena keahlian yang tidak diajarkan di bangku perkuliahan namun bisa didapat lapangan , sehingga dengan adanya PKL dapat meningkatkan mutu dan relevensi Pendidikan perguruan tinggi yang dapat diarahkan untuk mengembangkan suatu sistem yang mantap antara dunia pendidikan dan dunia usaha.

Disamping itu, penerapan PKL luar Kota merupakan langkah konkret untuk mendapatkan pengalaman dan keahlian yang tidak didapatkan di daerah sendiri.

“Pada kenyataannya, tidak dapat dipungkiri, wilayah Pulau Jawa merupakan basis pendidikan yang sudah terbukti dan tesohor di Indonesia, terlebih lagi dengan Instansi Pelayanan Kesehatan yang berkelas, sehinhha memungkinkan mahasiswa kami untu mendapatkan banyak Pengetahuan dan informasi terkait bidang pendidikan mereka” ujar kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik MFH Mataram, Edy Kurniawan.,S.Si.,M.Pd

Menurut Direktur Politeknik MFH Mataram, PKL luar kota merupakan salah satu fasilitas yang diberikan kepada seluruh mahasiswa/i untuk dapat mengenyam pendidikan dan pengetahuan di Instansi Kesehatan yang ada di Pulau Jawa, sehingga para mahasiswa dapat memberikan perubahan yang positif bagi Instansi Kesehatan di Nusa Tenggara Barat kedepannya.

Kegiatan ini sudah menjadi rutinitas di setiap tahunnya yang dilakukan selama 1 bulan lamanya, sehingga intensitas mahasiswa yang akan berangkat perlu disiapkan semaksimal mungkin.