BEM POLMEFARDAM peduli KALSEL & SULBAR

Sejumlah musibah bencana tengah melanda Tanah Air. Di antaranya bencana banjir bandang di Kalimantan Selatan dan gempa di Mamuju serta Majene di Sulawesi Barat.  Musibah tersebut berdampak cukup parah bagi warga di lokasi bencana. Seperti banjir bandang yang merendam sebagian provinsi Kalsel, kerusakan parah di Mamuju dan Majene. Di sisi lain, di saat yang sama pandemi virus corona Covid-19 masih menyebar, tak terkecuali di wilayah bencana tersebut.

Hal tersebut sontak menggetarkan hati semua orang, tidak terkecuali para mahasiswa BEM POLMEFARDAM. Bekerja sama dengan ACT (Aksi Cepat Tanggap) cabang Mataram. Aksi Cepat Tanggap adalah organisasi nirlaba profesional yang memfokuskan kerja-kerja kemanusiaan pada penanggulangan bencana mulai fase darurat sampai dengan fase pemulihan pasca-bencana. Organisasi ini pertama kali melakukan aksinya sejak tahun 1994 di Liwa, Lampung Barat dalam merespons bencana gempa bumi.

Ketua BEM POLMEFARDAM, Hendri Satria bersama beberapa anggota memberikan bantuan materi melalui ACT Cabang Mataram. Bantuan yang masuk merupakan uluran tangan dari para masyarakat, civitas akademika bahkan dari para mahasiswa POLMEFARDAM yang terguncang hatinya melihat para korban bencana alam yang sangat membutuhkan bantuan tersebut.

Tidak tanggung-tanggung, turun kejalanpun mereka lakukan demi mendapatkan bantuan yang layak dari masyarakat, guna memberikan harapan kepada para korban bencana alam tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *